Showing posts with label Argumentasi. Show all posts
Showing posts with label Argumentasi. Show all posts

Thursday, September 11, 2014

Cerita Tentang Sebuah Startup


Saya baru saja membaca sebuah artikel pada link http://startupbisnis.com/startup-indonesia-lesson-the-startup-triangle-3-orang-yang-dibutuhkan-untuk-membangun-startup-yang-sukses/ berikut, yang menceritakan tentang 3 orang yang dibutuhkan untuk membangun sebuah startup. Artikel tersebut menarik untuk saya, apalagi saya saat ini sedang tertarik untuk menjalani sebuah bisnis kecil-kecilan, ya bisa dibilang startup kecil-lah.

Salah satu judul sub bab artikel tersebut adalah blogging, dimana blogging disini berarti menuliskan sesuatu tentang startup-mu, masalah sosial yang ada, dan solusi apa yang ditawarkan oleh startup yang kamu miliki tersebut. Oleh karena itu, disini saya sekarang akan mencoba untuk menuliskan tentang startup yang sedang saya bangun, di blog pribadi saya ini. Suatu hari nanti, tentunya tulisan ini akan saya masukkan ke website startup saya, yang saat ini masih dalam pembangunan (sementara beralamat goodnoteid.tumblr.com).

Monday, February 24, 2014

Harga yang Harus Dibayar


Berita tentang bencana yang terjadi di Indonesia sudah beberapa minggu menjadi headline news di berbagai media. Tentu saja kita merasa prihatin atas keadaan tersebut. Keinginan untuk membantu pun datang, tetapi sebagai mahasiswa, mayoritas dari kita belum memiliki penghasilan sendiri. Lalu apa yang harus kita lakukan untuk membantu para korban? Memberikan donasi? Dari mana kita mendapat uang tersebut? Meminta-minta sumbangan di jalan raya? Apakah ini cara paling tepat?

Masyarakat kita umumnya tidak mau memberikan sesuatu secara gratis, apalagi sumbangan yang  diminta-minta di jalan raya oleh seseorang yang berpendidikan. Bukankah kita bisa melakukan lebih dari itu? Ingat, selalu ada harga yang harus dibayar. Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki ilmu tertentu, gunakanlah ilmu yang kita miliki untuk mendapatkan uang. Contohnya, jika kita mahasiswa yang mendalami tentang ilmu seni musik, buatlah pagelaran musik sederhana di tengah kota, lalu siapkan kotak sumbangan bagi siapa pun yang ingin menonton. Penonton puas melihat pertunjukan kita, kita pun mendapat uang sumbangan yang bisa kita salurkan, adil bukan? Manfaatkanlah kemampuan kita untuk memberikan sesuatu kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak ragu untuk memberikan feedback. Terakhir, lakukan semuanya dengan ikhlas. J 

Note. Argumentasi di atas menanggapi salah satu rubrik di harian Kompas berjudul Menjadi Peminta untuk Menyumbang. (Selasa, 18 Februari 2014)